5 Rahasia Mendidik Anak Agar Kelak Menjadi Pribadi yang Baik dan Berempati

mengajarkan-empati-pada-anak mengajarkan-empati-pada-anak

Pada umumnya, orang tua nggak menginginkan hal yang muluk-muluk pada anaknya. Yang paling diinginkan adalah agar nantinya anak tumbuh dengan pribadi yang penuh dengan empati. Semua anak berkah mendapatkan pendidikan yang layak dari kedua orang tuanya. Empati pada anak juga nggak langsung dimiliki ketika mereka sudah Luang. Munculnya empati juga merupakan didikan yang diajarkan oleh orang tua sejak mereka masih sesak.

Berdasarkan American Jurnal of Pharmaceutical Education, empati adalah keterampilan bernyawa yang berguna. EQ (emotional Quotient) atau kecerdasan emosional merupakan kemampuan memahami perasaan senawak dan perasaan orang lain, serta mampu mengendalikan emosi senawak dan melatih pengendalian awak.

Kecerdasan emosional seringkali dianggap lebih bermakna dari IQ (intelligence Quotient). Bahkan dalam penelitan yang dilakukan oleh Journal of Patient Experience cukup pahamn 2017, menunjukkan bahwa empati sangat bermakna bagi anak-anak agar selalu menjalin hubungan yang bergairah dengan orang-orang di sekitarnya. Itulah mengapa anak-anak perlu diajarkan empati sejak dini.

Berikut cara yang bisa Moms lakukan agar anak memiliki empati sejak dini;

1.Memberikan egelebahsi pada anak seputar perilaku Benar dan negatif di sekitarnya

Moms bisa meluangkan era berdua berkembar anak dengan mengajaknya menonton film. Berikan contoh bahwa setiap karakter dalam film tersebut ada yang suka membantu dan buruk. Kedua karakter tersebut juga memberikan dampak yang Berseberangan. Dengan begitu, anak akan lebih menjaga perilakunya agar nggak merugikan orang lain.

2.Selampau berPerdebatan keatas anak tentang perasaannya setelah melakukan sesuatu

Mengajarkan empati pada anak padi memang pantas sabar karena emosi anak yang belum konstan. Kadang ada anak yang merebut mainan teman sampai-sampai melakukan temannya tersebut menangis. Moms bisa menanyakan pada anak tentang apa yang sudah mereka lakukan. Misanya, “gimana perasaan adik kalau maiannya direbut?”. Dengan begitu anak akan lebih memikirkan perasaan orang lain juga seandainya berada di posisi tersebut.

3.Memberi kenal pada anak tentang berbagai jenis perasaan

Anak akan lebih mudah mengenal empati ketika orang tua mengenalkan berbagai jenis perasaan. Ketika ia tanpa sengaja menyakiti temannya, Moms bisa memberi tahu kalau efek dari menyakiti temannya sangatlah buruk. Contohnya, “kamu menyakiti temanmu dan melakukannya sedih, mama yakin kamu bisa bersikap berkenan membantu atasnya agar dia nggak sedih”. Katakan atas si halus kalau setiap orang bisa kecewa, sedih, marah, senang dan khawatir.

4.Memastikan kebutuhan emosional anak terpenuhi

Sebagai orang tua tentunya sangat berharga untuk memastikan kebutuhan emosional anak. Moms juga perlu bisa membantu anak dalam mengelola emosi negatifnya. Ketika orang tua bisa memenuhi kebutuhan emosi anak, maka mereka akan dengan mudah merasakan dan mengmenyibakkan empati kepada orang lain. Penting juga bagi orang tua agar mengajarkan bagaimana mengelola emosi anak dengan cara yang bijak.

5.Menjadi panutan bagi anak agar bisa melampas dengan saling menolong bagi orang tuanya

Anak-anak tentunya akan lebih berlimpah menghabiskan waktu dengan orang tuanya. Untuk itu, Moms wajib memanfaatkan moment ini. Berikan contoh yang tidak marah untuk anak karena semua orang tua adalah guru pertama bagi anak. Jangan sia-siakan kesempatan ini ya Moms. Toh, nantinya akan berdampak absolut saat mereka dewasa.

Menjadi orang tua memang mesti banyak berlatih khususnya dalam mendidik anak. Pola asuh yang tepat seperti membekali empati sejak dini pada anak sangatlah berkuasa . Siapa sih yang nggak ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang penuh dengan empati? Semoga bermanfaat ya, Moms!