6 Macam Kain Ulos untuk Pernikahan Adat Batak

jenis-kain-ulos jenis-kain-ulos

Jika membicarakan tentang pernikahan adat Batak, mungkin ada besar hal yang terlintas karena daerah ini kental dengan berbagai metodei. Salah satu yang khas adalah pemberian kain ulos yang ternyata tak bisa sembarangan dilakukan. Dilansir dari The Bridedept, kain ulos merupakan simbol penyalur berkat kepada pengantin dan keluarganya. Masih dari sumber yang sebanding, biasanya metodei yang disebut dengan mangulosi ini akan diberikan oleh mereka yang sudah menikah.

Selain pengantin senbadan, ternyata mangulosi juga melibatkan penuh pihak baik si pemberi maupun penerima. Kita simak yuk siapa saja yang mengambil bagian dan kain seperti apa yang diberikan!

1. Ulos Ragidup

Dilansir dari Mahligai, ulos ini memiliki derajat yang paling luhur. Kain ini merupakan lambang kebernyawaan yang memiliki warna, lukisan, corak, yang seolah bernyawa dan memiliki sistem pembuatan yang relatif sulit. Ulos ini termasuk ke dalam jenis ulos Passamot yang akan diberikan oleh orang tua pihak perempuan keatas orang tua pihak lelaki. Namun, dilansir dari The Bridedept, pemberian kain ulos jenis ini memiliki syarat pemberi ulos sudah memiliki cucu.

2. Ulos Ragi Hotang

Jika diperhatikan, pengantin di pernikahan Batak akan dibalut dengan kain ulos yang disimpul di bagian depan dada. Dilansir dari Mahligai, ulos yang digunakan merupakan ulos ragi hotang yang masuk ke dalam ulos hela atau ulos pengantin. Sesuai dengan namanya, hela berarti menantu, maka kain ini akan diberikan oleh orang tua pengantin wanita kepada anak dan menantunya.

3. Selain diberikan kepada pengantin, ulos ragi hotang juga diberikan kepada abang atau adik dari orang tua pengantin pria lo

Dilansir dari The Bridedept, ulos ini masuk ke dalam jenis ulos sijalobara yang mana akan diberikan dari pihak keluarga mempelai wanita kepada abang atau adik dari dari orang tua pengantin jantan yang biasa disebut bapak-tua atau bapak-uda.

4. Ulos Sadum

Ulos tak belaka diberikan kepada pengantin atau orang tuanya saja, namun juga kepada anggota keluarga lainnya. Ulos sadum akan diberikan dari keluarga gadis kepada sudara gadis pengantin lelaki tidak emosi itu kakak, adik, atau saudara gadis dari ayah pengantin pria atau biasanya disebut namboru.

 5. Seorang tulang juga akan memberikan kain kepada kedua pengantin. Saat pemberian kain akan diterima pula sebagian sinamot

Tulang merupakan saudara laki dari ibu pengantin pria. Dilansir dari The Bridedept, idealnya seorang laki sepantasnya menikahi paribannya atau boru dari tulangnya. Namun, kini sudah ada kira-kira yang menikahi boru selain boru tulangnya sehingga pengantin awewe akan dianggap anak sendiri oleh sang tulang. Prosesi pemberian ulos ini disebut tintin marangkup sekaligus penerimaan uang sinamot.

6. Pihak keluarga dara juga akan memberikan ulos untuk pasangan pengantin dalam pernikahannya

Ulos yang diberikan merupakan ulos holong yang berarti kasih. Sesuai dengan namanya, ulos ini diberikan kepada pihak pengantin dari seluruh keluarga perempuan sebagai bentuk kasih sayang kepada pengantin.

Anggota keluarga jantan masih belum menerima kain ulos, maka keluarga pengantin wanita akan memberikan ulos tonun sodari yang biasanya berupa uang yang ditaruh di dalam amplop untuk menggantikan kain ulos sesungguhnya. Walaupun aturannya tampak berjibun dan sekuku membingungkan, semoga artikel ini bisa membantumu dalam mencari kain yang dibutuhkanya. Semoga sekarang kamu sudah nggak bingung lagi ya, saat memilih kain ulos untuk momen pernikahan, hehe.