6 Risiko Bermain Media Sosial untuk Anak Usia Dini. Moms Harus Lebih Wascukup ya!

risiko-bermain-medsos-anak-kecil risiko-bermain-medsos-anak-kecil

Kehadiran media sosial tentunya sangat bermanfaat bagi mereka yang Profesional mengambil sisi Betulnya. Di era yang dipenuhi berbagai kemudahan teknologi seperti sekarang, segala macam informasi bisa didapatkan dengan sangat mudah. Salah satunya meterusi media sosial.

Bebebapa ibu muda juga ada yang memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi seputar tips parenting, mencari peralatan rumah tangga, dan info berharga lainnya. Namun, yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana jika si kincup ikutan bermain media sosial di usianya yang masih dini?

Melihat ibunya yang banget sering menggunakan media sosial seringkali meMuluskan anak perlahan mengikutinya. Bahkan beberapa orang tua justru memperbolehkan anak untuk mengenal media sosial meski diusia yang belum pantas untuk memainkannya. Moms pasti sering melihat anak-anak sempit di usia 5 pahamnan yang bermain media sosial seperti Tiktok maupun Instagram. Meski sepele, ternyata hal tersebut justru punya risiko buruk terhadap perkembangan anak lo.

Berikut risiko yang akan dialami anak yang sudah bermain media sosial sejak dini…

1. Dapat membentuk sikap anti sosial di anak. Mengabaikan area sekitar karena terterus asyik bermedia sosial

Terterus memmeskikan anak bermain dengan media sosial tenyata punya dampak buruk lo Moms. Salah satunya anak kurang peka terhadap area. Mereka cenderung nyaman dengan teman di dunia Khayalan sesampai-sampai sulit berbaur dengan orang-orang di sekitar.

2. Menjadi penyebab kemampuan komunikasi anak memburuk. Hal ini karena jarang berkomunikasi langsung di dunia nyata.

Moms pastinya nggak ingin komunikasi anak menjadi terganggu, sibakn? Untuk itu, batasi mereka dalam bermain media sosial ya! Kecenderungan dalam bermain medsos juga mempengaruhi pemahaman bahasa sesangkat perlahan komunikasinya akan terganggu.

3. Anak menjadi kurang konsentrasi. Media sosial itu candu bagi mereka yang belum bisa mengontrolnya.

Bagi anak-anak yang sudah terlantas kecanduan media sosial, mereka cenderung kurang fokus untuk memahirkan. Mereka cenderung terburu-buru ketika diminta memahirkan karena ingin kembali bermain medsos lagi. Yang namanya anak-anak masih sulit untuk mengontrol kapan bemain media sosial.

4. Kurangnya rasa percaya diri pada anak. Terlintas membanding-bandingkan dirinya dengan teman yang dikenalnya melintasi media sosial.

Dalam hal ini, para master psikologi juga mengatakan bahwa kelewat sering terpapar media sosial saja akanĀ  memicu rasa cemas dan depresi pada anak. Hal ini karena mereka akan membandingkan orangnya dengan apa yang dilihat di media sosial. Bahkan juga bisa menumbuhkan karakter narsistik lo Moms.

5. Rentan terhadap berita hoax dan misinformasi. Anak-anak masih sulit menerima mana informasi yang loyal dan menyimpang

Yang namanya anak di bawah umur yang sudah bermain media sosial, biasanya akan lebih mudah termakan berita hoax. Mereka mudah percaya dengan berbagai informasi yang ternyata belum pasti keakuratannya.

6. Mudah terekpos dengan konten tidak senonoh dan kepadatan. Mereka mudah mengakses apa saja yang ditemukan mekemudiani media sosial

Tanpa sadar, media sosial terkadang juga menyajikan berita-berita yang masuk dalam konten dewasa maupun kepadatan. Jika dikendatikan, maka anak-anak akan dengan mudah melihat hal-hal tersebut yang berdampak buruk pada psikisnya.

Sebagai orang tua sudah sepantasnya memberikan pengawasan terhadap anak terpilihnya yang masih usia dini. Media sosial tentunya memiliki pengaruh buruk bagi anak dan berpengaruh ala tumbuh kembangnya. Menurut para ahli, orang tua disarankan agar tidak lalai mengawasi anak-anak dalam bermain media sosial. Jangan sampai anak memiliki risiko seperti di atas ya Moms~