Sejarah dan Perkembangan Budidaya Hidroponik di Indonesia Terus Berkembang. Petani Wajib Beralih!

hidroponik hidroponik
Seiring dengan perkembangan zaman maka ada berbagai macam teknik menanam tanaman salah satunya adalah cara menanam hidroponik. Hidroponik sendiri adalah cara budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah dengan memanfaatkan sumber air. Yang ditekankan ketika melakukan budidaya dengan hidroponik adalah pemenuhan kebutuhan tanaman agar nutrisinya terpenuhi. Untuk menanam tanaman hidroponik sendiri memerlukan air yang jauh lebih sedikit dibandingkan menggunakan media tanah. Biasanya budidaya dengan cara hidroponik sendiri sering dilakukan di wilayah yang minim tempat. Dengan menggunakan metode air yang selalu berputar maka nutrisi dalam tanaman akan terpenuhi dengan maksimal. Ada sebuah buku yang menjelaskan tentang sejarah hidroponik yakni buku yang diterbitkan pada tahun 1627 yang menjadikan sumber utama bagi para peneliti untuk melakukan hidroponik di tahun mendatang. Seiring dengan perkembangan zaman dan juga penelitian yang sudah dilakukan tanaman hidroponik ini merupakan perkembangan hasil budidaya yang tidak menggunakan media tanah yang dapat membantu para petani untuk bisa menanam di wilayah yang sedikit tanah. Hidroponik di Indonesia Hidroponik sendiri masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980 yang dikenalkan oleh Bob Sadino tokoh masyarakat yang merupakan pelopor dari tanaman hidroponik di Indonesia. Awalnya Bob Sadino melakukan tanaman hidroponik ini untuk menjalankan hobinya dan ingin melakukan percobaan untuk menanam tanpa menggunakan media tanah. Di Indonesia sendiri tanaman hidroponik itu bukan hanya digunakan untuk budidaya tanaman panen tetapi juga untuk hiasan rumah yang dinilai memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Ini hidroponik di Indonesia sendiri sudah menjadi tata cara budidaya yang komersial dan sudah dilakukan di penjuru Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa kota-kota besar di Indonesia itu sudah padat penduduk di mana jumlah bangunan jauh lebih banyak dibandingkan lahan kosong yang tersedia. Maka dari itu cara budidaya tanaman secara hidroponik ini terus berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri dari waktu ke waktu khususnya di daerah perkotaan yang ada di Indonesia. Tanaman hidroponik sendiri bisa kalian lakukan di mana saja serta bisa menggunakan berbagai media tanam bahkan bisa dilakukan di atas kolam ikan sekalipun. Kelebihan Hidropnik Kelebihan yang dimiliki oleh teknik penanaman secara hidroponik sendiri adalah membantu petani untuk tidak menggunakan air yang terlalu banyak. Dengan begitu maka para petani akan lebih berumur panjang karena memiliki pasokan air yang cukup untuk waktu yang lebih lama. Bukan hanya itu karena memiliki produksi air yang sedikit maka para petani akan diuntungkan dengan tata cara budidaya secara hidroponik ini. Hasil yang dihasilkan dari tata cara hidroponik juga jauh lebih banyak dibandingkan dengan hasil panen menggunakan media tanah. Selain itu keuntungan yang juga dimiliki adalah produk yang dihasilkan jauh lebih bersih. Satu lagi yang menjadi alasan para petani untuk mengganti tata cara budidaya ke hidroponik adalah media tanam yang selalu bisa digunakan berulang kali. Dengan begitu maka pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh para petani jauh lebih sedikit tetapi tetap harus memperhatikan asupan nutrisi yang disalurkan ke tanaman. Kekurangan Hidroponik Selain memiliki kelebihan pastinya tata cara budidaya tanaman secara hidroponik juga memiliki kekurangan seperti bahan-bahan dan perlengkapan jauh lebih sulit untuk didapatkan para petani karena biasanya alat dan bahan untuk budidaya tanaman hidroponik hanya dijual di toko khusus. Selain itu yang menjadi kesulitan para petani adalah tanaman hidroponik sendiri harus dikontrol secara berkala untuk memperhatikan tingkat keasaman dan juga tingkat nutrisinya. Selain itu para petani juga harus memiliki keterampilan khusus serta menguasai teknik dari budidaya tanaman secara hidroponik agar tanaman yang dihasilkan bisa berkembang dan memproduksi dalam jumlah yang banyak. Biasanya tanaman yang sering diproduksi dengan cara budidaya melalui hidroponik berupa selada, tomat, bawang merah, mentimun, kangkung, dan juga paprika. Perlu diingat bahwa tanaman yang dihasilkan dengan cara hidroponik jauh lebih sehat dan juga memiliki nutrisi yang sangat tinggi dan baik untuk kesehatan tubuh. Maka dari itu mengkonsumsi makanan hidroponik jauh lebih menyehatkan meski harus merogoh kocek yang lebih mahal. Tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi tanaman hidroponik 3 kali seminggu. Selamat Mencoba!