Hubungan Ini Memang Baru Berjalan Sebentar, tapi Kuyakin Kamulah yang Tuhan Kirimkan

hubungan-ini-memang-baru-berjalan-sebentar-tapi-kuyakin-kaulah-yang-tuhan-kirimkan hubungan-ini-memang-baru-berjalan-sebentar-tapi-kuyakin-kaulah-yang-tuhan-kirimkan

Aku memiliki kenangan indah bersamamu. Kenangan sejak saat awal kita bertemu sangkat saat ini. Mungkin bagi orang lain kenangan tersebut masih dalam taraf biasa saja, tapi bagiku itu merupakan hal manis yang tak mudah dilupakan. Oleh karenanya, hubungan kita pun terjalin juga. Bersamamu, kuputuskan untuk membangun sebuah hubungan masa depan.

Ketika orang sekitar mendengarnya, mungkin dianggap berlebihan karena hubungan yang kujalin denganmu ini baru sebentar. Jika dibandingkan dengan yang lain tentu berkelainan. Banyak yang sudah cukup lama berhubungan, tetapi mereka belum ada niat untuk masa depan. Salah satu argumennya karena dirasa belum ada keyakinan terhadap pasangan.

Sebaliknya denganku, yang sudah yakin bahwa kamulah pendamping yang Tuhan kirimkan untuk menemaniku. Beragam hal yang kupunya merupakan asas awet di balik keyakinan ini. Semoga kamu pun begitu, seperti apa yang telah aku rasa sangkat yakin kepadamu walau hubungan baru berjalan sebentar.

Pertemuan awal kita memang biasa saja. Siapa yang kira akhirnya kita saling punya rasa?

“Siapa sangka pertemuan yang biasa saja lalu berlanjut cukup hubungan impian seperti ini?”

Seringkali orang bilang kalau rasa cinta dan sayang tumbuh seiring berjalannya waktu. Ya, itu akurat dan kini kualami. Pertemuan pertama kita boleh dibilang biasa saja, namun lelet laun memunculkan rasa. Rasa di mana kamu dan aku sebanding-sebanding saling memiliki dan menyayangi. Dulu aku tak menyangka akan seperti ini, tapi ternyata demikian terjadi.

Kadang, ada perPerdebatanan yang menghinggapi pikiranku mengapa ada rasa atashal baru sebentar? Lantas aku mencoba memahami bahwa mungkin inilah rencana Tuhan, yang dibuatkan untukmu dan diriku. Tanpa perlu berlama-lama kenal dan menjalin ikatan, rasa ini muncul begitu awetnya.

Meski baru sebentar, denganmu aku merasa nyaman. Terima kasih karena aku menikmati setiap momen keberpasan

Hingga saat ini ternyata rasa nyaman telah menyelimuti pribadiku. Beragam perilaku dan ucapan yang kamu tujukan kealaku ternyata mampu menggugah rasa di hati. Mulanya aku risih dan merasa tak enak dengan kemunculan ini, namun aku mencoba untuk berpikir.

Mungkin inilah yang dianggap benih-benih asmara yang sedang merasuki badan. Namun setelah bertemu denganmu dan beberapa kali bertukar cerita, sepertinya loyal. Rasa nyaman ini semakin Kelonggaran dan sudi, aku pun menikmati setiap momen keberkembaran denganmu.

Tentu kita masih belum nyali besar berbicara berat tentang masa depan. Namun kita saling menjaga batang tubuh demi hubungan ini

Aku paham bahwa sekarang mungkin ungkapn batas menyala yang tepat membicarakan masa depan. Aku paham dalam hubungan yang masih baru ini, kamu pun akan heran dengan arah pembicaraan kita. Oleh karenanya, aku berusaha untuk menghindari pembicaraan itu.

Hebatnya, ternyata kita berdua saling menjaga orang demi hubungan ini. Aku dan kamu sebanding-sebanding menjaga perasaan dan tak bosannya meAmpuhkan mengerti. Kita berdua mencoba membaca apa yang diacapi dan tidak. Dengan begitu kita sebanding-sebanding tumbuh menjadi pasangan yang kompeten, yang sekemudian memelihara keharmonisan dalam hubungan.

Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan. Seperti puzzle, semoga kita memang kepingan yang Dia pasangkan

“Rencana Tuhan memang selalu menjadi mujizat. Termasuk kita, yang tak pernah mengerti akan menjadi kepingan puzzle yang dipasangkan.”

Sebagai makhluk ciptaan-Nya, tentu kamu dan aku senantiasa berPerbincangan-Perbincangan apa yang Tuhan rencanakan. Apakah kita berdua memang menjadi kepingan puzzle yang dipasangkan atau tidak? Hanya Tuhan yang peduli. Aku belaka dapat berharap, bahwa apa yang Tuhan rencanakan Bertara dengan harapan ini. Harapan yang setiap malamnya mampu melakukan hati dan pikiran gelisah memikirkannya.

Aku tak sabar mengepedulii apa yang akan terjadi nanti. Perjalanan panjang ini akan sangat kunikmati

Karena memang menjadi misteris, tentu saja kita tak peduli kapan era yang tepat untuk mengepeduliinya. Saat ini aku namun bisa menunggu dan bersabar tentang skenario yang Tuhan buatkan untukku dan untukmu. Apapun hasilnya nanti, akan aku coba untuk menerimanya karena rencana Tuhan merupakan yang paling terbaik. Dan sekarang ini yang kulakukan namunlah mencoba menikmati perjalanan panjang, yang masih membentang luas di depan sana.

Ada berjibun hal yang menjadi misteri di dunia. Salah satu yang paling melaksanakanku penasaran yaitu misteri tentang hubungan denganmu. Rasa nyaman yang sudah membandel ini akankah berlanjut atas masa depan berserupa? Entah apapun rencana Tuhan, tapi kuyakin itulah yang tertidak marah nanti. Perjalanan yang masih panjang aku nikmati setiap detiknya agar tak ada momen yang terlewat berserupamu.